Apakah Marmer Mudah Retak atau Tergores? Fakta & Mitos
- KAMMER
- Jan 29
- 2 min read

Marmer sering dianggap sebagai material yang indah namun rapuh. Tidak sedikit pemilik rumah dan bahkan klien proyek yang ragu menggunakan marmer karena anggapan bahwa marmer mudah retak, mudah tergores, dan sulit dirawat.
Namun, seberapa benarkah anggapan tersebut?
Dalam artikel ini, KAMMER membahas fakta dan mitos seputar marmer, agar Anda—baik sebagai pemilik rumah, arsitek, maupun desainer interior—dapat mengambil keputusan material dengan lebih tepat.
Mitos 1: Marmer Mudah Retak
Fakta:Marmer tidak mudah retak jika dipilih, diproses, dan dipasang dengan benar.
Retak pada marmer umumnya terjadi bukan karena materialnya lemah, melainkan karena:
Struktur lantai atau dinding yang tidak stabil
Metode pemasangan yang kurang tepat
Ketebalan slab yang tidak sesuai aplikasi
Tidak adanya expansion joint pada area luas
Marmer adalah batu alam yang telah terbentuk selama ribuan tahun di bawah tekanan tinggi. Secara struktural, marmer memiliki kekuatan yang sangat baik untuk aplikasi interior maupun area tertentu di eksterior.
Mitos 2: Marmer Mudah Tergores
Fakta:Marmer memang lebih lembut dibandingkan granit, namun bukan berarti mudah rusak.
Dalam skala kekerasan Mohs, marmer berada di bawah granit, sehingga:
Benda tajam atau pasir dapat meninggalkan goresan halus
Area dengan lalu lintas tinggi membutuhkan perhatian khusus
Namun, dengan:
Finishing yang tepat (polished, honed, atau leathered)
Perawatan rutin
Penggunaan alas atau pelindung di area tertentu
marmer tetap dapat tampil indah dalam jangka panjang.
Bahkan, salah satu daya tarik marmer justru terletak pada patina alami yang terbentuk seiring waktu—memberikan karakter dan kesan lived-in yang sering dicari dalam desain luxury interior.
Mitos 3: Marmer Tidak Cocok untuk Rumah dengan Aktivitas Tinggi
Fakta:Marmer sangat cocok untuk hunian aktif jika diaplikasikan secara strategis.
Contoh aplikasi ideal:
Ruang tamu dan area formal
Dinding aksen dan feature wall
Bathroom vanity dan dinding kamar mandi
Tangga interior
Area foyer
Untuk area dengan risiko tinggi seperti dapur atau lantai publik, pemilihan jenis marmer, finishing, dan pola penggunaan menjadi kunci—di sinilah peran supplier dan spesialis batu alam sangat penting.
Hal yang Sering Disalahpahami tentang Marmer
1. Noda Dianggap Sebagai Kerusakan
Marmer bersifat porous, sehingga cairan asam dapat meninggalkan noda jika tidak segera dibersihkan. Namun, ini bukan kerusakan permanen dan dapat dicegah dengan sealing yang tepat.
2. Semua Marmer Sama
Setiap marmer memiliki:
Kepadatan berbeda
Pola urat unik
Tingkat porositas yang bervariasi
Pemilihan slab secara langsung dan kurasi oleh spesialis sangat menentukan performa jangka panjang.
Kunci Menggunakan Marmer dengan Aman dan Elegan
Untuk memaksimalkan keindahan dan daya tahan marmer:
Pilih marmer sesuai fungsi ruang
Gunakan finishing yang tepat
Pastikan pemasangan dilakukan oleh tenaga berpengalaman
Lakukan sealing dan perawatan berkala
Di KAMMER, setiap slab marmer melalui proses seleksi dan inspeksi ketat, memastikan kualitas visual dan teknis sesuai standar proyek premium.
Kesimpulan
Marmer bukan material yang rapuh—yang sering disalahkan adalah pemilihan dan penerapan yang kurang tepat. Dengan pemahaman yang benar, marmer tetap menjadi salah satu material paling elegan, timeless, dan bernilai tinggi dalam desain interior.
Bagi Anda yang mengutamakan kualitas, karakter, dan keindahan alami, marmer tetap menjadi investasi desain yang layak dipertimbangkan.




Comments